<span data-metadata="">Konseling Sebaya
Ide Kunci :
<span data-metadata="">Pengenalan teknik-teknik konseling, langkah-langkah konseling, penerapan kasus dengan teknik konseling, praktik konseling sebaya, teknik HEADSSS (Home, Education, Activity, Drug Abuse, Suicidal attempt, Sexuality, Safety, and Abuse)
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan pengertian konseling sebaya.
- Membedakan teknik-teknik konseling yang disesuaikan dengan kasus konseli.
- Menyebutkan langkah-langkah dalam pelaksanaan konseling.
- Menerapkan teknik konseling dalam menangani kasus terkait isu HKSR dan permasalahan remaja.
- Menerapkan teknik HEADSSS dalam konseling sebaya.
<span data-metadata="">Output :
- Mengetahui dan memahami tentang apa itu Hak Asasi Manusia
- Mengenali Kerangka HAM dari tingkatan Global hingga kepada Ratifikasi oleh Negara Indonesia
- Bentuk-bentuk Kebijakan Negara yang memperkuat Pengakuan atas HAM di Indonesia
<span data-metadata="">Alat & Bahan:
- Peserta dapat membedakan konseling dan curhat.
- Peserta memahami pengertian dan tugas-tugas konselor sebaya.
- Peserta memahami etika yang harus diperhatikan sebagai konselor sebaya.
- Peserta memiliki kemampuan untuk mendengarkan klien secara aktif.
- Peserta memiliki kemampuan untuk menanggapi pernyataan klien.
- Peserta memiliki kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang berguna dalam proses konseling.
<span data-metadata="">Metode:
<span data-metadata="">Luring / Tatap muka.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi
Kegiatan Awal (30 Menit)
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan: Pengantar awal.
<span data-metadata="">Materi:
- Pengertian konseling sebaya
- Tujuan konseling sebaya
- Mengetahui kasus-kasus yang sering di alami remaja
<span data-metadata="">kegiatan : Fasilitator memandu memberikan materi dengan metode ceramah singkat dan tanya jawab.
Kegiatan Inti (60 Menit)
<span data-metadata="">2. Perbedaan Konseling dan Curhat
<span data-metadata="">Waktu: 30 Menit
<span data-metadata="">Tujuan: peserta memahami perbedaan kosnelingdan curhat
<span data-metadata="">Kegiatan:
(10’) Fasilitator membagi peserta menjadi 2kelompok, untuk setiap kelompok di bagi antara konseling dan curhat. Masing-masing peserta dari kelompok menulis di metaplan untuk di tempel di plano masing-masing antara konseling dan curhat.
(10’) Fasilitator memberikan penjelasan terkait
perbedaan konseling dan curhat
<span data-metadata="">2. Teknik Konseling
<span data-metadata="">Waktu: 30 Menit
<span data-metadata="">Tujuan: Membedakan teknik-teknik konseling yang disesuaikan dengan kasus konseling.
- Fasilitator membuka sesi
- Fasilitator membacakan beberapa pernyataan dan meminta peserta untuk mencermati pernyataan tersebut:
-
Dalam komunikasi yang efektif, konselor harus mampu memberikan
nasehat kepada klien. -
Dalam komunikasi yang efektif, konselor berperan untuk memecahkan
masalah orang lain. -
Seorang konselor adalah orang yang terlatih dan bijaksana sehingga
kliennya harus selalu mendengarkan kata-kata konselor. - Dalam komunikasi yang efektif, konselor harus mampu mempengaruhi klien untuk mengambil keputusan yang benar.
-
Dalam komunikasi yang efektif,
konselor lebih banyak mendengarkan kata-kata klien daripada memberikan
nasehat dan saran bagi klien. - Konselor boleh banyak bicara dari pada klien
- Pada setiap pernyataan, peserta yang merasa setuju berdiri di sebelah kanan dan yang tidak setuju dengan pernyataan berdiri di sebelah kiri.
- Fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan argumennya.
- Fasilitator menegaskan bahwa pada sesi ini akan didiskusikan bersama narasumber pernyataan- pernyataan tersebut secara lebih mendalam.
- Fasilitator mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi.
- Narasumber menayangkan dan menjelaskan mengenai komunikasi efektif dan mengonfirmasi pernyataan-pernyataan yang diberikan di awal sesi dan menegaskan bahwan komunikasi efektif adalah kunci dari proses konseling.
Kegiatan Penutup: Presentasi Kelompok (50 Menit)
<span data-metadata="">Pemahaman Teknik HEEADSSS
<span data-metadata="">Waktu: 1 jam
<span data-metadata="">Tujuan: peserta memahami teknik HEEADSSS dan di terapkan dalam proses konseling
<span data-metadata="">Materi: Teknik HEEADSS dan Praktik Kasus
<span data-metadata="">Kegiatan:
- Fasilitator menjelaskan terkait HEEADSSS sebagai metode penggalian informasi terkait remaja
- Peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk diskusi kasus
- Praktik kasus untuk dikonselingkan, masing-masing ada yang berperan sebagai konselor, konseli, dan observer.
- Kelompok 1 akan di review oleh kelompok 2, dan kelompok 2 akan di review oleh kelompok 3, begitu seterusnya.
- Review terkait metode, teknik, dan etika konseling