<span data-metadata="">Konseling Dasar
Ide Kunci :
<span data-metadata="">Pengertian konseling, perbedaan antara konseling dengan konsultasi, tujuan konseling, prinsip dasar konseling, nilai-nilai konseling, asas-asas konseling, peran konselor, hubungan antara konselor sebaya dengan konseli, teknik komunikasi dalam konseling: bertanya, mendengar aktif, dan lain-lain, studi kasus konseling isu HKSR, dan konseling daring.
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :
- Menyebutkan pengertian konseling, asas-asas konseling, nilai-nilai dalam konseling, prinsip- prinsip dasar konseling, peran konselor, dan tujuan konseling
- Menjelaskan perbedaan antara konseling dengan konsultasi
- Mencontohkan teknik-teknik komunikasi dalam konseling baik luring maupun daring
- Menjabarkan unsur-unsur yang terdapat dalam konseling terkait isu HKSR
- Mengidentifikasi kasus-kasus dalam isu HKSR dan langkah-langkah konseling yang dilakukan terkait isu tersebut
- Mengidentifikasi kasus mana yang nutuh penanganan tim professional
<span data-metadata="">Output :
- Peserta memahami pengertian konseling
- Peserta mengerti jenis-jenis konseling
- Peserta dapat mempraktekan proses konseling
<span data-metadata="">Alat & Bahan:
- Spidol
- Kertas
- Plano
- Game
<span data-metadata="">Metode:
<span data-metadata="">Luring / Tatap muka.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi
Kegiatan Awal (10 Menit)
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan: Memperkenalkan konsep konseling, tujuan pembelajaran, dan relevansi topik.
<span data-metadata="">Langkah-langkah
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Fasilitator membuka sesi dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan sesi.
<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Hari ini kita akan belajar tentang dasar-dasar konseling, termasuk pengertian, teknik, dan cara menerapkannya."
<span data-metadata="">2. Ajak peserta untuk berbagi pengalaman mereka terkait konseling (jika ada).
<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Apakah ada di antara kalian yang pernah menjalani konseling atau tahu apa itu konseling?"
<span data-metadata="">3. Jelaskan tujuan pembelajaran.
<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Tujuan kita adalah memahami konsep konseling, teknik komunikasi, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi."
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta merasa siap dan termotivasi untuk mengikuti sesi.
Kegiatan Inti (65 Menit)
<span data-metadata="">A. Pengertian Konseling dan Perbedaannya dengan Konsultasi (10 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Jelaskan pengertian konseling dengan definisi sederhana.
<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Konseling adalah proses interaksi yang bertujuan membantu seseorang memahami dan menyelesaikan masalahnya sendiri."
<span data-metadata="">2. Jelaskan perbedaan konseling dengan konsultasi.
<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Dalam konseling, fokusnya adalah membantu konseli menemukan solusinya sendiri, sedangkan konsultasi lebih tentang pemberian solusi langsung."
<span data-metadata="">3. Jelaskan tujuan pembelajaran.
<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Tujuan kita adalah memahami konsep konseling, teknik komunikasi, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi."
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta memahami konsep dasar konseling.
<span data-metadata="">B. Tujuan, Prinsip, dan Nilai Konseling (10 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Sampaikan tujuan konseling.
<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Tujuan Konseling adalah konseling adalah membantu seseorang memahami dirinya,
menyelesaikan masalah, dan meningkatkan kesejahteraan emosional."
<span data-metadata="">2. Jelaskan prinsip konseling seperti kerahasiaan, empati, dan tidak menghakimi.
<span data-metadata="">3. Diskusikan nilai-nilai penting dalam konseling.
<span data-metadata="">Contoh aktivitas:
Mintalah peserta menyebutkan nilai yang menurut mereka penting dalam konseling.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta memahami prinsip dan nilai konseling.
<span data-metadata="">C. Peran Konselor dan Hubungan dengan Konseling (10 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Jelaskan peran konselor, seperti mendengarkan aktif dan memberikan dukungan tanpa menghakimi.
<span data-metadata="">Contoh penjelasan:
"Konselor bukan untuk memberikan jawaban, melainkan membantu konseling menemukan jawabannya sendiri."
<span data-metadata="">2. Jelaskan pentingnya hubungan yang positif antara konselor dan konseli, seperti kepercayaan dan komunikasi terbuka.
<span data-metadata="">3. Ajak peserta berdiskusi tentang bagaimana membangun hubungan tersebut.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta memahami peran konselor dan pentingnya hubungan yang sehat dengan konseli.
<span data-metadata="">D. Teknik Komunikasi dalam Konseling (15 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Sampaikan teknik dasar komunikasi: bertanya, mendengar aktif, dan memberikan umpan balik.
<span data-metadata="">Contoh:
Jelaskan perbedaan pertanyaan terbuka dan tertutup.
<span data-metadata="">2. Ajak peserta untuk mempraktikkan teknik mendengar aktif secara berpasangan.
<span data-metadata="">Contoh aktivitas:
- Peserta A berbagi cerita singkat.
- Peserta B mendengarkan aktif tanpa interupsi, lalu memberikan tanggapan.
<span data-metadata="">3. Berikan umpan balik kepada peserta tentang teknik mereka.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta mempraktikkan teknik komunikasi dasar dalam konseling.
<span data-metadata="">E. Studi Kasus Konseling Isu HKSR (15 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Sampaikan kasus:
<span data-metadata="">Contoh:
"Seorang remaja merasa cemas karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi di komunitasnya."
<span data-metadata="">2. Ajak peserta berdiskusi:
- Bagaimana membuka percakapan?
- Teknik mendengar aktif apa yang dapat digunakan?
- Bagaimana membantu konseli menemukan solusinya?
<span data-metadata="">3. Minta peserta mempraktikkan konseling dalam kelompok kecil berdasarkan studi kasus.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta mampu menerapkan teknik komunikasi dalam studi kasus.
<span data-metadata="">F. Konseling Daring (15 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Jelaskan prinsip konseling daring: privasi, koneksi stabil, membangun kepercayaan.
<span data-metadata="">Contoh penjelasan:
"Dalam konseling daring, penting untuk menciptakan suasana yang aman meskipun tanpa tatap muka."
<span data-metadata="">2. Diskusikan tantangan konseling daring, seperti keterbatasan nonverbal dan pengelolaan waktu.
<span data-metadata="">3. Simulasikan sesi konseling daring dengan peserta menggunakan perangkat digital (jika memungkinkan).
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output: Peserta memahami prinsip dan tantangan konseling daring.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
<span data-metadata="">Langkah-langkah:
<span data-metadata="">1. Ringkas materi yang telah dibahas.
<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Hari ini kita telah belajar tentang dasar-dasar konseling, teknik komunikasi, dan aplikasinya dalam konseling langsung maupun daring."
<span data-metadata="">2. Berikan refleksi kepada peserta:
- Apa yang paling mereka pelajari hari ini?
- Apa yang masih menjadi tantangan bagi mereka?