<span data-metadata=""><span data-buffer="">Komunikasi Asertif
Ide Kunci :
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Pengertian komunikasi asertif, pentingnya mengembangkan sikap dan komunikasi asertif, dampak ketika tidak bersikap asertif, teknik komunikasi asertif, praktik komunikasi asertif
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan pengertian komunikasi asertif
- Menyebutkan pentingnya mengembangkan sikap dan komunikasi asertif.
- Menunjukkan teknik komunikasi asertif
- Menggambarkan dampak ketika tidak bersikap asertif.
- Melakukan praktik komunikasi asertif.
- Catatan: kasus dikaitkan dengan hubungan interpersonal dalam konteks umum seperti menyampaikan ketidaksetujuan dalam rapat atau diskusi, menghadapi tekanan teman sebaya
<span data-metadata="">Output :
- Peserta dapat menjelaskan definisi komunikasi asertif.
- Peserta dapat menyebutkan manfaat komunikasi asertif.
- Peserta dapat menjelaskan dampak tidak memiliki keterampilan komunikasi asertif.
- Peserta dapat mempraktikkan komunikasi asertif.
<span data-metadata="">Alat & Bahan:
- Bahan bacaan
- Artikel tentang komunikasi asertif dan contohnya
- Video pendek yang menggambarkan 3 gaya komunikasi
- Contoh kalimat ekspresi perasaan
- Skenario simulasi berbagai situasi
- Contoh kalimat penolakan/ketidaksetujuan yang asertif
<span data-metadata="">Metode:
<span data-metadata="">Diskusi Kelompok, Presentasi, Role play, Praktik
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi
Kegiatan Awal
<span data-metadata="">Langkah-langkah
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Sesi Tanya Jawab Singkat (Pemantik Diskusi):
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Fasilitator mengajukan pertanyaan sederhana seperti:
- Pengisian Pretest
- Ucapkan salam pembuka. Jika memungkinkan, lakukan permainan yang membutuhkan gerak dan partisipasi semua peserta untuk mencairkan suasana.
-
Ajak peserta untuk mengingat kembali pembahasan yang dilakukan pada sesi sebelumnya terutama terkait dengan komunikasi efektif. Pancing peserta dengan contoh pertanyaan sebagai berikut:
“... apakah teman-teman masih ingat apa yang dimaksud dengan Komunikasi?
“…bagaimana komunikasi yang efektif dilakukan? Bisa berikan contohnya?“ -
Sampaikan bahwa pertemuan kali ini akan melanjutkan tema komunikasi, namun lebih spesifik, yaitu tentang komunikasi asertif. Ajukan pertanyaan pemantik diskusi terkait dengan komunikasi asertif,misalnya:
“apakah pernah mendengar istilah komunikasi asertif?”
“apa yang dimaksud dengan komunikasi asertif?”
“apa yang dimaksud dengan komunikasi agresif?”
“apa yang dimaksud dengan komunikasi pasif?”
Biarkan diskusi secara bebas tanpa ada penjelasan benar atau salah.
Kegiatan Inti
<span data-metadata="">Langkah-langkah
<span data-metadata="">2. Membentuk kelompok :
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Fasilitator membentuk kelompok untuk saling berdiskusi :
- Sebelum sesi penjelasan, bagi peserta menjadi empat kelompok dan bagikan kertas plano pada tiap kelompok
- Minta peserta untuk mendiskusikan di masing-masing kelompok, tentang apa yang dimaksud dengan komunikasi asertif, pasif, dan agresif, dan berikan contoh masing-masing sesuai kehidupan sehari-hari remaja dan hasilnya ditulis di kertas plano.
- Minta masing-masing kelompok untuk presentasi hasil
- Sampaikan kepada peserta tentang topik gaya komunikasi. Pembahasan penting yang perlu disampaikan adalah: definisi komunikasi asertif, perbedaan gaya komunikasi asertif, agresif dan pasif.
- Presentasikan materi tentang gaya komunikasi (pelajari bahan bacaan). Sertai dengan diskusi dan tanya-jawab.
- Ajukan beberapa pertanyaan pemantik diskusi berdasarkan pengalaman atau pengamatan yang terjadi sehari-hari mengenai komunikasi asertif, pasif, dan agresif, terutama yang terjadi dalam pergaulan remaja. Contohnya: “bagi temen-temen yang pernah atau sedang menjalin hubungan pacaran, biasanya cara komunikasinya bagaimana, asertif, pasif atau agresif?” “...bagaimana menurut pandangan teman-teman jika dalam hubungan pacaran, gaya komunikasi mana yang sebaiknya diterapkan?” “apakah temen-temen pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan terkait gaya komunikasi ini (dalam pergaulan teman sebaya, dengan guru atau orang tua, atau ketika mengikuti rapat-rapat)? Bisa ceritakan?”
- Setelah penjelasan, ajak peserta untuk mensimulasikan merespons sebuah situasi dengan cara asertif.
- Bagikan kartu skenario 1 (berisi 3 kartu yang sudah disiapkan, terlampir) kepada 3 orang peserta secara acak. Catatan: masing-masing kartu berisi kalimat respons situasi secara agresif, pasif, dan yang satu kosong.
- Fasilitator membacakan skenario 1 dan meminta peserta untuk membayangkan bahwa situasi ini benar-benar terjadi
- Minta peserta yang mendapatkan kartu agresif dan pasif untuk membacakan kalimat responnya secara bergantian dengan menggunakan gestur dan ekspresi yang seakan-akan nyata.
- Minta peserta yang mendapatkan kartu kosong untuk menyampaikan kalimat responnya (dibuat sendiri) secara asertif dengan menggunakan gestur dan ekspresi yang seakan-akan nyata.
- Ulangi simulasi ini dengan 3 skenario berbeda (sudah disediakan)
- Lakukan diskusi dengan pertanyaan pemantik yang menggali perasaan, pandangan atau persepsi peserta. “jika dalam situasi nyata, respons seperti apa yang membuat kamu merasa nyaman?” “respon yang mana yang akan memberikan dampak buruk bagi dirimu maupun lingkungan mu?”
- Ajak peserta untuk bermain peran
- Setting kelas sebagai ruang rapat dengan agenda membahas rencana kegiatan Pendidikan seksual untuk siswa Sekolah Dasar (SD)
-
Pilih 5 orang peserta untuk memainkan peran:
1. Sebagai pimpinan rapat, bertugas mencari solusi dan kesepakatan rapat
2. Sebagai orang yang tidak setuju dengan semua pendapat orang lain dan ingin pendapatnya di akomodir (agresif)
3. Sebagai orang yang teori tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas atau hal lainnya, tetapi seringkali salah
4. Sebagai orang yang tidak punya pendapat sendiri dan selalu meng iya kan pendapat orang lain (pasif)
5. Sebagai orang yang mencoba selalu bersikap asertif
Meminta kepada seluruh peserta lainnya yang tidak menjadi relawan juga menjadi “peserta rapat” yang bebas memberikan pendapat dengan cara masing-masing Berikan penjelasan peran kepada masing-masing relawan secara terpisah (lihat lembar instruksi) Role play dimulai, trainer/fasilitator mengamati dan mencatat hal-hal penting yang terjadi selama role play untuk dijadikan bahan diskusi.
Kegiatan Penutup
<span data-metadata="">Langkah-langkah
<span data-metadata="">3. Mengevaluasi hasil diskusi dari kelompok :
<span data-metadata="">Fasilitator mengevaluasi hasil diskusi :
- Setelah bermain peran, ajak peserta untuk menyampaikan pembelajaran apa yang bisa dipetik dari situasi itu.
- Sampaikan materi penutup (terlampir dalam bahan bacaan)
- Salam “bangkitlah relawan, majulah PKBI”
- Pengisian post tes