<span data-metadata="">Kebencanaan dan PPAM
Ide Kunci :
<span data-metadata="">Risiko bencana dan upaya membangun kesiapsiagaan, memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja pada situasi bencana, implementasi program kemanusiaan yang inklusif terhadap remaja, paket pelayanan awal minimum
<span data-metadata="">(mengikuti panduan keterlibatan remaja di program humanitarian)
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan risiko bencana, pemetaan risiko dan upaya membangun kesiapsiagaan
- Menyebutkan cara memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja pada situasi bencana paket pelayanan awal minimum
- Menunjukkan implementasi program kemanusiaan yang inklusif terhadap remaja.
<span data-metadata="">*) file akan dikirim agar sesuai dengan panduan yang sudah ada. Humanitarian telah memiliki panduan khusus tersendiri.
<span data-metadata="">Output :
- Peserta memahami konsep bencana dan siklusnya
- Peserta memahami konsep, bentuk dan langkah memenuhi layanan kesehatan reproduksi dalam situasi krisis kesehatan melaui paket pelayanan awal minimum
- Peserta memahami konsep, bentuk dan langkah melibatkan remaja dalam situasi krisis kesehatan
<span data-metadata="">Alat & Bahan:
- LCD/Proyektor
- Laptop
- Poster “SIKLUS BENCANA”
- Kertas Plano
- Kertas metaplan/sticky notes warna-warni
<span data-metadata="">Metode:
<span data-metadata="">Luring (pendekatan partisipatif)
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi
Kegiatan Awal
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Fasilitator mengenalkan diri dan menyampaikan tujuan dari sesi
<span data-metadata="">“Selamat pagi teman-teman, saya …… akan memfasilitasi sesi pada pagi ini. Selama 90 menit kedepan kita akan berproses. Sesi ini memiliki tujuan…..”
-
Fasilitator mengajak peserta untuk berkenalan secara singkat (bisa disertai dengan icebreaking).
“...teman-teman, kita berkenalan agar saling mengetahui satu sama lain. kita berkenalan dengan menyebutkan nama-asal-satu kata tentang bencana…”
“...terima kasih sudah berkenalan semua.” -
Fasilitator menanyakan kepada peserta (brainstorming) tentang definisi bencana dan kebutuhan remaja saat bencana
“kita mulai sesi dengan saling sharing tentang bencana menurut teman-teman, satu kalimat. dan menurut teman-teman, apa yang dibutuhkan oleh remaja saat bencana. satu hal saja…”
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">2. Ice Breaking (Mini Games):
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Fasilitator mengajukan pertanyaan sederhana seperti:
- Fasilitator menyediakan dua kategori: Pelanggaran HAM dan Pelanggaran Hukum.
- Peserta diminta mengelompokkan contoh-contoh berikut ke dalam kategori yang sesuai:
- <span data-metadata=""><span data-buffer="">Pelanggaran HAM: Kerusuhan Mei 1998, Pembunuhan Munir, Pembunuhan Marsinah, Tragedi Trisakti, Semanggi I & II
- <span data-metadata=""><span data-buffer="">Pelanggaran Hukum: Mencuri, Korupsi, Membully, Membunuh, Penyebaran hoaks
Kegiatan Inti
<span data-metadata="">2. Fasilitator menjelaskan singkat mengenai bencana
<span data-metadata="">“Terima kasih teman-teman, semua yang disampaikan mengenai bencana dan kebutuhan remaja pada prinsipnya benar karena bisa jadi karena ada pengalaman teman-teman sebelumnya. Definisi bencana dalam undang - undang penanggulangan bencana….”
<span data-metadata="">- masuk ke paparan materi
<span data-metadata="">3. Fasilitator mengajak peserta beraktifitas dengan menggunakan poster siklus bencana
<span data-metadata="">4. Peserta diminta mengisi pada setiap fase bencana dengan melakukan diskusi secara kelompok, apa saja kebutuhan remaja dan aktivitas yang bisa dikembangkan pada setiap fase bencana
<span data-metadata="">“....dari sikulus bencana, kita akan berdiskusi dalam kelompok. dalam siklus bencana yaitu pra-saat-pasca, diskusi dalam kelompok masing-masing apa saja kebutuhan remaja dan kegiatan/aktifitas apa yang bisa dilakukan/dikembangan oleh remaja. gunakan kertas yang berbeda untuk kebutuhan dan kegiatan”
<span data-metadata="">5. Setiap kelompok mempresentasikan secara singkat (3 menit)
<span data-metadata="">6. Fasilitator mengulas mengenai PPAM secara umum, dan menjelaskan mendalam pada komponen remaja pada PPAM.
<span data-metadata="">7. Fasilitator mengulas mengenai PPAM secara umum, dan menjelaskan mendalam pada komponen remaja pada PPAM.
<span data-metadata="">8. Aktivitas terakhir pada sesi inti, fasilitator mengajak peserta untuk bekerja dalam kelompok kembali.
<span data-metadata="">9. Setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk menyusun langkah-langkah yang bisa dilakukan remaja dalam situasi krisis kesehatan/bencana
<span data-metadata="">“komponen remaja pada PPAM telah kita simak bersama. dalam implementasinya, komponen ini memiliki fokus dan tahapan. dalam kelompok silahkan didiskusikan mengenai langkah yang bisa dilakukan oleh remaja dalam situasi bencana/krisis kesehatan. perhatikan aktor dan pendekatan yang sesuai menurut teman-teman”
<span data-metadata="">10. setiap kelompok presentasi hasil diskusi dalam 3 menit
Kegiatan Penutup
<span data-metadata="">11. Fasilitator mengulas kembali secara singkat materi
<span data-metadata="">12. Fasilitator memberikan penekanan pada peran yang dapat dilakukan remaja saat menjadi bagian tim kemanusiaan.
<span data-metadata="">“teman-teman kita telah mengenal siklus bencana, aktifitas yang dapat dikembangkan pada siklus bencana dan langkah-langkah pelibatan serta pengembangan kegiatan remaja di situasi bencana/krisis kesehatan. secara umum kita dapat menarik hal kunci :
- iklus bencana akan terus berputar, remaja bisa berperan
- Dalam situasi bencana/krisis kesehatan, peran remaja dapat menjadi salah satu penggerak dengan berkolaborasi dengan unsur lain
- Sebagai bagian dari membangun kesiapsiagaan, remaja dapat berkontribusi membangun masyarakat tangguh bencana dengan mengembangkan informasi dan komunikasi melalui penyediaan peta risiko bencana wilayah dan mengambil peran dalam kesiapsiagaan.