Remaja BAIK PKBI

<span data-metadata="">Konseling Dasar

Ide Kunci :

<span data-metadata="">Pengertian konseling, perbedaan antara konseling dengan konsultasi, tujuan konseling, prinsip dasar konseling, nilai-nilai konseling, asas-asas konseling, peran konselor, hubungan antara konselor sebaya dengan konseli, teknik komunikasi dalam konseling: bertanya, mendengar aktif, dan lain-lain, studi kasus konseling isu HKSR, dan konseling daring.

<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :

<span data-metadata="">Output :

<span data-metadata="">Alat & Bahan:

<span data-metadata="">Metode:

<span data-metadata="">Luring / Tatap muka.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi

Kegiatan Awal (10 Menit)

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan:
 Memperkenalkan konsep konseling, tujuan pembelajaran, dan relevansi topik.

<span data-metadata="">Langkah-langkah

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Fasilitator membuka sesi dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan sesi.

<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Hari ini kita akan belajar tentang dasar-dasar konseling, termasuk pengertian, teknik, dan cara menerapkannya."

<span data-metadata="">2. Ajak peserta untuk berbagi pengalaman mereka terkait konseling (jika ada).

<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Apakah ada di antara kalian yang pernah menjalani konseling atau tahu apa itu konseling?"

<span data-metadata="">3. Jelaskan tujuan pembelajaran.

<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Tujuan kita adalah memahami konsep konseling, teknik komunikasi, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi."

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta merasa siap dan termotivasi untuk mengikuti sesi.

<span data-metadata="">A. Pengertian Konseling dan Perbedaannya dengan Konsultasi (10 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">1. Jelaskan pengertian konseling dengan definisi sederhana.

<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Konseling adalah proses interaksi yang bertujuan membantu seseorang memahami dan menyelesaikan masalahnya sendiri."

<span data-metadata="">2. Jelaskan perbedaan konseling dengan konsultasi.

<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Dalam konseling, fokusnya adalah membantu konseli menemukan solusinya sendiri, sedangkan konsultasi lebih tentang pemberian solusi langsung."

<span data-metadata="">3. Jelaskan tujuan pembelajaran.

<span data-metadata="">Contoh pertanyaan:
"Tujuan kita adalah memahami konsep konseling, teknik komunikasi, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi."

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta memahami konsep dasar konseling.

<span data-metadata="">B. Tujuan, Prinsip, dan Nilai Konseling (10 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Sampaikan tujuan konseling.

<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Tujuan Konseling adalah konseling adalah membantu seseorang memahami dirinya, menyelesaikan masalah, dan meningkatkan kesejahteraan emosional."

<span data-metadata="">2. Jelaskan prinsip konseling seperti kerahasiaan, empati, dan tidak menghakimi.

<span data-metadata="">3. Diskusikan nilai-nilai penting dalam konseling.

<span data-metadata="">Contoh aktivitas:
Mintalah peserta menyebutkan nilai yang menurut mereka penting dalam konseling.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta memahami prinsip dan nilai konseling.

<span data-metadata="">C. Peran Konselor dan Hubungan dengan Konseling (10 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Jelaskan peran konselor, seperti mendengarkan aktif dan memberikan dukungan tanpa menghakimi.

<span data-metadata="">Contoh penjelasan:
"Konselor bukan untuk memberikan jawaban, melainkan membantu konseling menemukan jawabannya sendiri."

<span data-metadata="">2. Jelaskan pentingnya hubungan yang positif antara konselor dan konseli, seperti kepercayaan dan komunikasi terbuka.

<span data-metadata="">3. Ajak peserta berdiskusi tentang bagaimana membangun hubungan tersebut.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta memahami peran konselor dan pentingnya hubungan yang sehat dengan konseli.

<span data-metadata="">D. Teknik Komunikasi dalam Konseling (15 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Sampaikan teknik dasar komunikasi: bertanya, mendengar aktif, dan memberikan umpan balik.

<span data-metadata="">Contoh:
Jelaskan perbedaan pertanyaan terbuka dan tertutup.

<span data-metadata="">2. Ajak peserta untuk mempraktikkan teknik mendengar aktif secara berpasangan.

<span data-metadata="">Contoh aktivitas:

<span data-metadata="">3. Berikan umpan balik kepada peserta tentang teknik mereka.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta mempraktikkan teknik komunikasi dasar dalam konseling.

<span data-metadata="">E. Studi Kasus Konseling Isu HKSR (15 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Sampaikan kasus:

<span data-metadata="">Contoh:
"Seorang remaja merasa cemas karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi di komunitasnya."

<span data-metadata="">2. Ajak peserta berdiskusi:

<span data-metadata="">3. Minta peserta mempraktikkan konseling dalam kelompok kecil berdasarkan studi kasus.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta mampu menerapkan teknik komunikasi dalam studi kasus.

<span data-metadata="">F. Konseling Daring (15 Menit)

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Jelaskan prinsip konseling daring: privasi, koneksi stabil, membangun kepercayaan.

<span data-metadata="">Contoh penjelasan:
"Dalam konseling daring, penting untuk menciptakan suasana yang aman meskipun tanpa tatap muka."

<span data-metadata="">2. Diskusikan tantangan konseling daring, seperti keterbatasan nonverbal dan pengelolaan waktu.

<span data-metadata="">3. Simulasikan sesi konseling daring dengan peserta menggunakan perangkat digital (jika memungkinkan).

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta memahami prinsip dan tantangan konseling daring.

<span data-metadata="">Langkah-langkah:

<span data-metadata="">1. Ringkas materi yang telah dibahas.

<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Hari ini kita telah belajar tentang dasar-dasar konseling, teknik komunikasi, dan aplikasinya dalam konseling langsung maupun daring."

<span data-metadata="">2. Berikan refleksi kepada peserta:

<span data-metadata="">3. Berikan motivasi kepada peserta untuk terus belajar dan berlatih.

<span data-metadata="">Contoh kalimat:
"Dengan konseling, kita bisa membantu banyak orang memahami dan menyelesaikan masalah mereka."

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Output:
 Peserta merefleksikan pembelajaran dan termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan konseling.

d-Pustaka

Perpustakaan edukasi digital grand design remaja PKBI

Perumusan grand design remaja

Scroll to Top