Remaja BAIK PKBI

<span data-metadata="">Code of Conduct dan Safeguarding Dasar

Ide Kunci :

<span data-metadata="">Pengenalan code of conduct dan safeguarding, Mengapa perlu adanya code of conduct dan safeguarding, contoh-contoh perilaku yang melanggar code of conduct dan safeguarding, panduan code of conduct dan safeguarding di PKBI

<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :

<span data-metadata="">Output :

<span data-metadata="">Alat & Bahan:

<span data-metadata="">Metode:

<span data-metadata="">Luring dan Daring (Studi Kasus).

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi

Kegiatan Awal (15 Menit)

<span data-metadata="">1. Fasilitator membuka sesi dengan memperkenalkan diri.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">2. Memperkenalkan tentang safeguarding melalui metode penayangan gambar - gambar yang bercerita tentang pelanggaran safeguarding.

<span data-metadata="">Peserta akan secara interaktif menebak apa saja pelanggaran safeguarding sesuai gambar yang ditayangkan.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Fasilitator mengajukan pertanyaan sederhana seperti:

<span data-metadata="">3. Menjelaskan kepada peserta tujuan pembelajaran

<span data-metadata="">catatan: Diskusi perilaku remaja (pergaulan remaja) dengan perilaku organisasi. Etik dan consent. Menanamkan bahwa kita menghargai siapa pun yang masuk, namun mengarahkan harapan remaja untuk tempat menjadi remaja bertanggung jawab. Materi disesuaikan dengan remaja. Materi safeguarding lebih filosofis. Bagaimana ada ruang bersama yang nilai-nilainya untuk nilai bersama. Kalau ruang pribadi, dipersilakan. Marwah atau prinsip dasar safeguarding. Perlu dijabarkan. Perlu intro sebelum masuk pada pedoman. Tujuan dibuatnya dalam konteks apa? Pelindungan, bahwa setiap orang berhak mendapat pelindungan. Setiap orang punya potensi jadi pelaku dan korban. Ada landasan berpikir sebelum masuk dalam aturan. Bisa dalam bentuk permainan. Usulan mas Heri: Setiap orang diikat balon di kaki, dikasih kesempatan untuk menginjak orang lain. Balon dianalogikan dengan harga diri, diri kita. Pada tahap 2, ada orang punya balon, ada lingkaran orang-orang mencoba lindungi. Nilai: bahwa ada yang namanya kesadaran kolektif, dikaitkan dengan safeguarding.

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Fasilitator mengajukan pertanyaan sederhana seperti:

d-Pustaka

Perpustakaan edukasi digital grand design remaja PKBI

Perumusan grand design remaja

Scroll to Top