Remaja BAIK PKBI

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Pengenalan NAPZA

Ide Kunci :

<span data-metadata="">Pengertian NAPZA, Pengertian adiksi, Faktor penyebab seseorang terkena penyalahgunaan NAPZA, Bahaya penyalahgunaan NAPZA, Jenis-jenis NAPZA, Mitos dan fakta seputar NAPZA, Penanganan Adiksi, Dukungan terhadap pengguna Narkoba

<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :

<span data-metadata="">*penekanannya tidak melakukan stigma kepada pengguna NAPZA, informasi layanan yang dapat diakses.

<span data-metadata="">Output :

<span data-metadata="">Alat & Bahan:

<span data-metadata="">Metode:

<span data-metadata="">FGD

<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi

Kegiatan Awal

<span data-metadata="">1. Fasilitator menjelaskan mengenai pengantar dan materi kegiatan pada sesi ini

<span data-metadata="">2. Fasilitator menyatakan dua pernyataan, yaitu

<span data-metadata="">Teman-teman tau nggak nih, kalau “Coffeshop di Belanda, bukan hanya membuka kedai kopi, tetapi juga kedai ganja”. Kalian udah tau belum ada “Seorang Ibu di Indonesia viral karena anaknya menggunakan ganja medis sebagai pegobatan” note : refrensi

<span data-metadata="">2. Fasilitator menyatakan dua pernyataan, yaitu

<span data-metadata="">3. Peserta berpendapat mengenai dua pernyataan diatas

<span data-metadata="">4. Fasilitator mulai menjelaskan konsep adiksi dan pengaruhnya terhadap penggunaan napza, termasuk proses penyadaran terkait dengan korban

<span data-metadata="">5. Fasilitator mulai masuk menjelaskan bahan bacaan mengenai : Napza &amp; Adiksi

<span data-metadata="">6. Jika sesi diatas sudah selesai, peserta lalu dibagi kedalam beberapa kelompok, misalnya jika ada 30 peserta, maka dapat dibagi kelompoknya menjadi 6, dimana setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok memiliki cerita masing-masing seperti berikut,

<span data-metadata="">Skenario 1: Temanmu mengajakmu ke pesta, dan ada seseorang menawarkan Napza dengan berkata, "Coba aja sekali, biar seru" Apa yang akan kamu lakukan?

<span data-metadata="">Skenario 2: Kamu mendengar teman dekatmu mulai mencoba Napza karena tekanan dari lingkungannya. Bagaimana kamu akan mendekatinya dan membantu?

<span data-metadata="">Skenario 3: Di sekolah, kamu melihat seorang teman terlihat murung dan mendengar kabar ia menggunakan Napza untuk mengatasi stres. Bagaimana kamu mendukungnya tanpa menghakimi?

<span data-metadata="">Skenario 4 : "Napza tertentu aman jika digunakan hanya sekali atau dua kali." Seorang teman mengajakmu mencoba Napza dengan alasan ini. Bagaimana kamu membantunya memahami fakta?

<span data-metadata="">Skenario 5 : "Napza dapat menyebabkan ketergantungan bahkan setelah penggunaan pertama." Kamu mengetahui teman dekatmu telah mencobanya sekali. Bagaimana kamu meyakinkannya untuk tidak mengulanginya dan mencari bantuan?

<span data-metadata="">Skenario 6 : "Napza dapat merusak otak, bahkan pada pengguna remaja." Temanmu berpikir bahwa Napza hanya memengaruhi orang dewasa, bukan anak muda. Bagaimana kamu menjelaskan fakta ini?

<span data-metadata="">Catatan : Cerita dapat disesuaikan dengan keadaan dan situasi di daerah masing-masing

<span data-metadata="">7. Setelah menentukan skenario yang dipilih, setiap kelompok dapat berdiskusi selamaa 10 menit membuat alur cerita sendiri.

<span data-metadata="">8. Selanjutnya, setiap kelompok diminta melakukan presentasi mengenai sekenario yang didapat selama 5 menit secara bergantian

<span data-metadata="">9. Fasilitator memimpin semua peserta untuk berdiskusi dan bercurah pendapat mengenai makna permainan tadi dan mengaitkannya dengan membangunkan rasa empati setiap peserta terhadap penyalahguna dan korban adiksi

<span data-metadata="">10. Fasilitator memberikan pernyataan mengenai hal apa yang dipelajari dari sesi kali ini dan memberikan kesimpulan secara keseluruhan pesan kunci yang ingin disampaikan (Pesan Kunci)

d-Pustaka

Perpustakaan edukasi digital grand design remaja PKBI

Perumusan grand design remaja

Scroll to Top