<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)
Ide Kunci :
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi, pentingnya HKSR bagi remaja, pubertas, kesehatan reproduksi, dorongan seksual, mitos fakta seputar HKSR, perilaku seksual dan risikonya, layanan ramah remaja, layanan kesehatan reproduksi komprehensif, platform OKY PKBI, regulasi terkait HKSR, konvensi terkait anak, klarifikasi nilai
<span data-metadata=""><span data-buffer="">Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan isi hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi, pengenalan organ reproduksi dan pubertas yang terjadi pada remaja, pengertian layanan ramah remaja, cara menjaga kesehatan organ reproduksi, contoh layanan kesehatan reproduksi komprehensif, platform OKI PKBI dan penggunaannya, mitos dan fakta yang beredar terkait HKSR, dan regulasi terkait HKSR di tingkat nasional dan internasional.
- Menyebutkan konvensi-konvensi terkait anak yang telah diratifikasi di Indonesia.
- Mengidentifikasi nilai-nilai pribadi yang dimiliki terkait dengan isu HKSR.
<span data-metadata="">Output :
- Memahami dan menjelaskan hak-hak kespro dan hak anak
- Mengidentifikasi dan memandang nilai-nilai, sikap dan memberikan alasan terhadap Keputusan tentang HKSR
- Mengetahui tahapan perkembangan remaja termasuk organ reproduksinya dan ciri ciri pubertas dan cara merawat organ reproduksinya.
- Mengetahui layanan kespro komprehensif
<span data-metadata="">Alat & Bahan:
- Laptop
- Bahan tayang
- Kertas
- Spidol
- Majalah
- Selotip
- Tali rafia
- Sticky Note
- Celemek kespro
- Kartu “Tahukah Kamu”
- kertas Tom and Jerry (kertas label)
<span data-metadata="">Metode:
<span data-metadata="">Luring / Tatap muka.
<span data-metadata=""><span data-metadata=""><span data-buffer="">Langkah - Langkah Sesi
Sesi 1: HKSR
- Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabarnya dan perkenalkan diri anda serta menjelaskan tujuan sesi serta hasil yang diharapkan di sesi HKSR
- Fasilitator melakukan brainstorming dan meminta para peserta menyebutkan apa yang diketahui tentang HKSR dan ruang lingkup nya
- Fasilitator menanyakan kepada para peserta mengapa penting belajar HKSR.
- Fasilitator menanyakan dan meminta kepada kepada para peserta menyebutkan apakah mereka memiliki hak dan kewajiban sebagai remaja dengan ragam karakteristik, anggota keluarga, masyarakat dan sebagai manusia dengan menuliskan di gambar diatas
- Fasilitator menjelaskan (bahan tayang tentang regulasi tentang HKSR terkait konvensi anak, dan 12 hak kespro)
- Fasilitator menyebutkan 7 komponen ruang lingkup HKSR, yang akan disampaikan di sesi kespro komprehensif)
Sesi 2: Klarifikasi Nilai
- Fasilitator menyiapkan beberapa pernyataan yang sudah ditulis dalam gulungan kertas nilai (contoh kertas nilai: “ (1) Remaja tidak perlu belajar HKSR”, (2) Remaja disabilitas tidak perlu dilibatkan dalam desain program remaja, (3) Remaja Gay harus didiskriminasikan karena merupakan akar timbulnya bencana, dll”)
- Fasilitator membuat garis lurus atau pembatas menggunakan selotip kertas atau tali rafia.
- Sisi kanan pembatas, masuk ke dalam area SETUJU, dan sisi kiri pembatas masuk ke area area TIDAK SETUJU
- Fasilitator meminta para peserta untuk berdiri di garis pembatas (bagian tengah)
- Fasilitator meminta salah satu peserta untuk mengambil kertas nilai dan membacakan tulisan yang ada di dalam gulungan yang sudah dibawa peserta.
- Fasilitator meminta peserta memilih pernyataan tersebut dengan setuju/tidak setuju sesuai dengan nilai pribadi masing-masing, dengan berpindah ke area SETUJU/TIDAK SETUJU.
- Fasilitator memastikan area berdiri peserta apakah sudah tepat dan jika sudah sesuai dengan nilai yang dipilih peserta, selanjutnya Fasilitator menanyakan alasan memilih area tersebut.
- Kegiatan diatas diulang beberapa kali sampai dirasa cukup atau pernyataan sudah terbaca semua.
- Fasilitator menyampaikan pesan kunci di permainan ini adalah nilai tidak bisa disalahkan atau dibenarkan, namun nilai memengaruhi sikap dan perilaku yang akan kita putuskan terkait HKSR.
- Fasilitator menambahkan penjelasan dengan menyampaikan materi sesuai bahan tayang.
Sesi 3: Kesehatan dan perkembangan remaja (pubertas, anatomi, dan fungsi organ reproduksi, mimpi basah, menstruasi)
- Fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok
-
Fasilitator menugaskan setiap kelompok untuk menggambar anak tangga perkembangan remaja dan mengisi/ mendiskusikan tentang:
1. Batasan remaja awal, tengah dan akhirberdasarkan usia
2. Ciri-ciri pubertas
3. Perubahan fisik yang terjadipada remaja
4. Perubahan psikologis dan sosialpada remaja
5. Masalah kesehatan (dasar,seksual dan reproduksi sertamental) dan perilaku seksual yang timbul dan memengaruhi remaja. - Hasil diskusi ditempelkan pada dinding/ papan white board.
- Fasilitator meminta peserta berkeliling ke masing-masing kertas kelompok untuk membaca hasil diskusi dan mengoreksi untuk menambahkan jika ada yang kurang.
- Fasilitator menyampaikan paparan bahan tayang tentang ciri-ciri pubertas secara fisik, psikologis, sosial.
- Fasilitator melanjutkan dengan menjelaskan terkait dengan mengendalikan dorongan seksual pada masa pubertas.
- Fasilitator membuka sesi tanya jawab 5 menit sebelum menjelaskan topik berikutnya terkait organ reproduksi (anatomi dan fungsinya)
- Fasilitator meminta peserta untuk menuliskan nama organ reproduksi perempuan dan laki-laki bagian luar dan organ reproduksi bagian dalam pada kertas Tom and Jerry.
- Fasilitator meminta peserta menempelkan nama-nama organ reproduksi bagian luar dan dalam yang sudah dituliskan pada kertas Tom and Jerry pada gambar organ reproduksi yang ada pada celemek kespro/ gambar organ reproduksi dan mempresentasikan jumlah dan fungsi tiap organ reproduksi (nama kegiatan ini adalah “Pastikan Aku”)
- Fasilitator memberikan waktu tanya jawab kepada peserta dalam waktu 5 menit
- Fasilitator melanjutkan pada topik menstruasi dan mimpi basah.
-
Fasilitator menyampaikan permainan tempel kartu “Tahukah Kamu” dengan mencocokkan kartu (tulisan yang di bold) yang dipegang peserta ke pernyataan yang di lembar kerja/ kertas kerja.
1. Menstruasi adalah darah yang keluar dari vagina perempuan yang merupakan proses alami sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
2. 11-14 tahun adalah usia pertama kali perempuan akan mendapatkan menstruasi tetapi sekarang cenderung lebih cepat, bahkan bisa terjadi pada usia 9 tahun.
3. Faktor yang dapat memengaruhi menstruasi lebih awal diantaranya adalah pola makan, faktor lingkungan, stres dan aktivitas fisik, dan faktor lain seperti pengaruh visual, contoh melihat tayangan pornografi yang merangsanghormon seksual untuk lebih cepat untuk menstruasi.
4. Masa subur terjadi 2 minggu sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.
5. Olah raga selama menstruasi berguna untuk meningkatkan hormon bahagia (endorfin), meningkatkan suasana hati, mengurangi kram selama menstruasi, menjaga hormon tetap seimbang, membantu mengatur haid yang tidak teratur.
6. 2-7 hari adalah saat keluarnya darah menstruasi dari vagina yang banyak sedikitnya darah yang dikeluarkan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.
7. remaja diharapkan mencari sumber informasi yang benar , sebagai contoh adalah di https://okyapp.info/ yang merupakan aplikasi berbasis android untuk melacak siklus dan informasi tentang menstruasi yang dapat diunduh di link ini: http://bit.ly/unduhoky/.
8. Mimpi basah adalah hal normal yang dapat terjadi tanpa atau dengan adanya mimpi erotis pada laki-laki.
9. Mimpi basah adalah tanda seorang laki - laki sudah dapat bereproduksi, karena sudah mulai diproduksi spermatozoa di dalam testisnya
10. Remaja perempuan yang sudah mendapatkan menstruasi sudah bisa mengalami kehamilan jika melakukan hubungan seksual, demikian pula remaja laki-laki yang mengalami mimpi basah dapat mengakibatkan pasangan seksual perempuannya hamil jika berhubungan seksual
11. Yang perlu diperhatikan adalah walau sudah bisa hamil, tetapi masih harus ditunda dulu, mengingat secara fisik, psikis, sosial, dan ekonomi belum siap untuk menghadapi kehamilan. Usia kehamilan pertama yang diperbolehkan adalah 20 tahun. - Fasilitator memberikan kesempatan tanya jawab 5 menit setelah membahas hasil dari permainan tempel kartu ”Tahukah Kamu”
- Fasilitator memaparkan slide presentasi tentang menstruasi dan mimpi basah (jika waktunya memungkinkan) jika tidak fasilitator menyampaikan proses mimpi basah dan siklus menstruasi.
- Fasilitator memastikan peserta sudah mengunduh aplikasi OKY dan memahami cara penggunaannya.
Sesi 4: Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Komprehensif
- Fasilitator melakukan “cek ombak” dengan pertanyaan
-
Fasilitator meminta peserta untuk membacakan “cerita dari Ghana” By Akosua Agyepong,Youth Volunteer at Planned Parenthood Association of Ghana (PPAG), IPPF member association.
“Beginilah cara saya belajar tentang seks; ibu saya memanggil saya ke kamarnya, dia memegang koran di tangannya. Di koran itu, ada laporan tentang meningkatnya jumlah kasus kanker serviks di negara kami dan kemudian dia berkata: "Akosua, sekarang kamu sedang menstruasi, jika kamu berhubungan seksual dengan laki-laki mana pun, kamu bisa terkena kanker serviks ini.“ Itulah akhirnya, dan kemudian dia meminta saya untuk pergi. Saya tidak berpikir tujuannya adalah untuk mendidik saya tetapi untuk menakut-nakuti saya agar tidak berhubungan seksual. Saya percaya bagi sebagian besar anak muda di negara saya, itulah kenyataannya. Di rumah, tidak ada diskusi tentang seks tetapi cerita horor tentang masalah yang dapat ditimbulkan oleh seks, sehingga kaum muda benar-benar diharapkan menjauhi seks." -
Fasilitator menanyakan kepada peserta terkait asumsi dari cerita dari Ghana dengan pertanyaan setuju atau tidak setuju seperti dibawah ini:
Bagaimana asumsi salah dan asumsi benar yang anda pikirkan?
1. Setuju/ tidak : cerita tentang seks akan mendorong orang untuk tidak berhubungan seks
2. Setuju/tidak : cerita tentang seks atau pendidikan seks adalah tentang seks sehingga mendorong orang untuk melakukan hubungan seksual -
Fasilitator menyampaikan fakta dari pendidikan kespro komprehensif. adalah sebagai berikut:
1. Bahwa kaum muda akan berhubungan seksual terlepas dari apakah mereka mendengar cerita- cerita yang menakutkan atau tidak karena seks didorong oleh emosi dan perubahan hormon, dan emosi serta aktivitas hormon tidak dapat dihentikan oleh cerita-cerita menakutkan tentang kematian dan kutukan sekalipun.
2. Pendidikan seksualitas menunjukkan bagaimana pendidikan seksualitas telah berdampak positif pada kehidupan kaum muda dalam hal menunda dimulainya hubungan seksual dan apa yang tidak boleh dilakukan agar tetap aman dan sehat.
3. Praktik-praktik pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi komprehensif di berbagai negara memberikan bukti bahwa ketika kaum muda mengikuti Pendidikan Seksualitas Komprehensif, mereka tidak akan mempelajari teknik dan cara berhubungan seksual, tetapi mereka akan memiliki informasi langsung tentang diri mereka sendiri dan kesehatan serta kesejahteraan mereka yang meningkatkan peluang mereka untuk menjadi orang yang sukses di masa depan.
4. Pendidikan seksualitas berbicara tentang konsep-konsep utama: relasi, nilai, hak, budaya dan seksualitas, gender, kekerasan, dan menjaga keamanan, keterampilan untuk kesehatan dan kesejahteraan, tubuh dan perkembangan manusia, seksualitas dan perilaku seksual, dan terakhir kesehatan seksual dan reproduksi. sesuai ruang lingkup HKSR yaitu tujuh komponen pendidikan seksualitas komprehensif. - Fasilitator menyampaikan bahan tayang tujuh komponen seksualitas komprehensif.
- Fasilitator menjelaskan risiko seksual dan reproduksi seperti Infeksi Menular Seksual - HIV, Kehamilan Tidak Direncanakan, aborsi tidak aman, kanker serviks, kawin paksa, kekerasan berbasis gender, perkosaan, pemotongan dan perlukaan genitalia perempuan, masalah persalinan, kehamilan dan gangguan kesuburan, NAPZA dan meminta peserta memberikan contoh masalah dari risiko seksual reproduksi
-
Fasilitator mengajak peserta untuk mendiskusikan dan memutuskan apakah bahan tayang yang disampaikan mitos atau fakta setelah mempelajari materi HKSR.
1. Makan buah Nanas dapat menggugurkan kehamilan (Mitos)
2. Perempuan akan hamil jika berenang di kolam renang bersama dan ada laki- laku yang mengeluarkan sperma di air. (Mitos)
3. Jika penis mengeluarkan lendir putih dapat diobati dengan antibiotik penicilin (Mitos)
4. HIV tidak menular di kolam renang umum (Fakta)
5. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk - Fasilitator memberikan waktu 5 menit untuk diskusi, tanya jawab.
Sesi 5: Layanan Ramah Remaja
-
Fasilitator melakukan brainstorming
1. Mengapa harus menyelenggarakan layanan ramah remaja
2. Kriteria dan karakteristik layanan ramah remaja
3. Dimana saja layanan ramah remaja diselenggarakan
4. Fasilitator menyampaikan paparan - Diskusi dan tanya jawab